Ijtimak (Konjungsi) jelang Sya’ban jatuh pada tanggal 20 Februari 2022. Pada hari rukyat, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk dan di atas kriteria baru MABIMS.
Pusat Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) telah melakukan pengamatan Hilal Sya’ban 1444 H. Pengamatan hilal dilakukan selama dua hari yaitu pada tanggal 20 dan 21 Februari 2022 di kompleks teleskop pengamat Bulan (OZT-ALTS) Taman Alat MKG ITERA. Namun hilal tidak teramati karena langit ke arah hilal tertutup awan tebal (Slide2). Kondisi cuaca saat pengamatan dapat dilihat pada Slide 3.
Awal Sya’ban 1444 H telah disepakati hari Rabu 22 Februari 2023, karena pada hari Senin 20 Februari 2023, tidak ada yang bisa melihat hilal dari wilayah Indonesia.
Kita berdoa sama – sama ya Sob semoga cuaca di ITERA bisa lebih cerah di pengamatan hilal selanjutnya dan OAIL bisa memperoleh data pengamatan hilal awal Ramadhan 1444 H dan awal Syawal 1444 H, seperti keberhasilan OAIL memperoleh hilal Rabiul Awal 1443 H yang lalu (Slide 5).




